Kamis, September 17, 2009

Menlu Malaysia: Kami tidak Pernah Klaim Tari Pendet

Kamis, 17 September 2009 | 15:15 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo
JAKARTA | SURYA Online - Menteri Luar (Menlu) Negeri Malaysia, Anifah Aman mengatakan, pihaknya tidak pernah mengklaim tari pendet sebagai kebudayaan negaranya. “Kami tidak pernah klaim. Kami tidak mengambil budaya negara lain menjadi hak milik. Kami appreciate kebudayaan Indonesia,” ujar Anifah dalam jumpa pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, di Ruang Pancasila Departemen Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis (17/9).

“Saya juga tidak tahu macam mana tari pendet itu,” ujar Menlu Anifah sambil tersenyum. Sementara itu, Menlu Hassan mengatakan, Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mengurangi hal-hal yang dapat menjadi isu sensitif bagi masyarakat. “Hal itu misalnya klaim kepemilikan atas warisan budaya. Ada semacam understanding untuk menghindari hal tersebut,” ujarnya. hin/kcm

Read more...

Kapolri Benarkan Noordin Tewas



Kamis, 17/09/2009 15:16 WIB
Luhur Hertanto - detikNews

Jakarta - Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) membenarkan Noordin M Top telah tewas.

"Iya, iya, iya," ujar Kapolri saat ditanya apakah salah satu korban tewas adalah Noordin M Top di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (17/9/2009).

BHD menyatakan itu usai melaporkan penggerebekan polisi di Solo kepada Presiden SBY. BHD yang mengenakan pakaian dinas polisi tampil sumringah. Senyumnya mengembang selalu.

"Apa nggak perlu nunggu hasil DNA dulu?" cecar wartawan.

"Iya nanti detilnya di Mabes Polri saja," jawab BHD.

Pukul 16.00 WIB, Mabes Polri akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan hasil penggerebakan tersebut.

Read more...

Diduga Kuat Noordin M Top Tewas Dalam Penyergapan di Jebres



Diduga Kuat Noordin M Top Tewas Dalam Penyergapan di Jebres
Kamis, 17 September 2009 Terkini, Hankam, HotNews, Nasional | ShareThis

JAKARTA | SURYA Online - Setelah penyergapan oleh Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari, Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, sejak Rabu (16/9) malam, gembong teroris Noordin M Top diduga kuat menjadi salah satu dari empat korban tewas.

Juru bicara keluarga Noordin di Malaysia, Badaruddin Ismail, Kamis (17/9), mengatakan, pihaknya telah menerima kabar tersebut. “Kami sudah menerima kabar tersebut,” ujarnya.

Saat ditanya dari mana Badaruddin menerima kabar tersebut, ia hanya mengatakan bahwa berita ini diperolehnya dari seorang kerabat di Indonesia. Pihak kepolisian sendiri hingga siang ini belum memberikan keterangan resmi mengenai identitas empat korban tewas, yang salah satunya disebut-sebut memiliki ciri fisik mirip dengan gembong teroris asal Malaysia itu.

Badaruddin pun mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil tes DNA terhadap empat mayat yang saat ini sudah berada di ruang jenazah RS Polri Soekamto, Kramat Jati, Jakarta. hindra/kcm

Read more...

Rabu, September 16, 2009

Mahasiswi Asal Malaysia Merasa Aman di Padang



Rabu, 16 September 2009
Padang (ANTARA News) - Mahasiswi asal Malaysia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang merasa tetap aman tinggal di Kota Padang, meski saat ini hubungan Indonesia-Malaysia sempat memanas.

"Di Padang kami merasa aman, tidak seperti di Jakarta yang dikabarkan ada aksi `sweeping`," kata Nur Ain (20), mahasiswa asal Sabah, Malaysia, di Padang, Rabu.

Mahasiswi semester I Fakultas Kedokteran Unand itu mengaku tidak pernah mendapat perlakuan yang diskriminatif dari warga Padang baik di tempas kosnya, maupun di kampus.

"Saya kos di Jati Rawang, Padang. Selama ini baik-baik saja di tempat kos," akunya.

Dia berharap Indonesia-Malaysia dapat menjalani hubungan yang aman dan damai karena negara satu rumpun.

Menurut dia, soal klaim tari pendet dan pelecehan lagu Indonesia Raya bukan dilakukan pemerintah Malaysia.

"Tari pendet itu materinya dibuat discovery channel, bukan pemerintah Malaysia," kata dia.

Dia berharap masalah itu tidak diperpanjang lagi karena pemerintah Malaysia juga sudah menyampaikan permintaan maaf.

Nur Ain mengaku memilih kuliah di Padang karena dari tes yang diikuti, dia lulus di Fakultas Kedokteran Unand.

Tak berbeda dengan Nur Ain, mahasiswi asal Negeri Sembilan, Nur Aini (23), mengaku betah tinggal di Padang.

"Sejak kuliah di Padang mulai 2005, saya tidak ada masalah di sini," kata dia.

Dia mengatakan, hubungan yang terjadi antara Indonesia-Malaysia saat ini hanya disebabkan salah paham."Hal ini mesti dibicarakan dengan baik-baik oleh kedua belah pihak," kata Nur.

Mahasiswi yang juga kos di Jati Rawang Padang ini berharap pemerintah Malaysia mempertimbangkan keberadaan para pelajar negeri itu yang kuliah di Indonesia.

"Perlu diperhatikan kebajikan kami yang tinggal di Indonesia," katanya mengingatkan.

Sebelumnya, Rektor Unand Prof.Dr.Musliar Kasim mengungkapkan, Unand akan tetap menerima mahasiswa baru dari Malaysia.

Saat ini ada sekitar 300 lebih mahasiswa dari Malaysia menuntut ilmu di tiga fakultas di Unand yakni Fakultas Kedokteran, Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) dan Farmasi. Jumlah mahasiswa asal Malaysia terbesar terdapat di Fakultas Kedokteran.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran Unand, Masrul, terdapat 270 mahasiswa asal Malaysia menuntut ilmu di tingkat I hingga V di fakultas itu. Unand setiap tahun menerima 50 mahasiswa asal Malaysia. (*)

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP