Kamis, April 22, 2010

Robot Antariksa X-37B Segera Diluncurkan



Kamis, 22 April 2010
WASHINGTON, KOMPAS.com - Pihak Angkatan Udara Amerika Serikat berencana meluncurkan robot ruang angkasa pertama X-37B, Kamis (22/4/2010), sebagai misi pendahulu. Sebuah pesawat mini juga sudah diproyeksikan untuk diluncurkan tahun depan.

Rencana pembuatan X-37B sudah ada sejak 1990 bermula di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Akhirnya, program itu diambil Badan Proyek Riset Unggulan bidang Pertahanan (DARPA) di dalam tubuh Angkatan Udara.

"Setelah ada kendala sponsor amat senang menyaksikan X-37 akhirnya meluncur ke angkasa luar," ujar Gary Payton, US Air Force Deputy Under Secretary untuk Program Angkasa Luar.

Pilot otomatis

Kapal X-37B merupakan miniatur pesawat ulang alik. Beratnya sekitar 5,5 ton, panjang sekitar 9 sentimeter, tinggi sekitar 3 meter dengan bentangan sayap lebih dari 5 meter.

Robot ini dirancang untuk tinggal selama 270 hari di ruang angkasa dengan pilot otomatis. Payton menyatakan, jika terjadi malafungsi, ada mekanisme penghancuran diri.

”Kami akan melacaknya di Pasifik,” ujarnya tentang mekanisme perusakan diri tersebut. Selanjutnya, pesawat itu pun dirancang mendarat otomatis di Vandenberg Air Force Base di California atau di Edwards Air Force Base.

”Seperti pesawat ulang alik, robot ini akan mengambil gambar separuh Bumi dan dibawa kembali,” ujar Payton. Dia menambahkan, robot X-37B memiliki teknologi baru untuk melakukan penelitian di atas orbit.

”Saya ingin segera menyaksikan X-37 menangani banyak hal seperti pesawat udara,” tambah Payton. Robot itu mampu terbang untuk jarak amat panjang, dengan kecepatan 3 kali kecepatan suara (Mach 3), dan memiliki kemampuan mengenali pesawat lain untuk menyusun strategi.

Pesawat mini kedua sudah dipesan dan akan diluncurkan tahun depan. ”Kami berharap tahun 2011 akan diluncurkan pesawat kedua dengan asumsi semua berjalan baik pada pesawat pertama ini,” ujar Payton.

”X-37B adalah satu-satunya upaya yang lengkap untuk melakukan penelitian yang secara ekonomi bisa dipertanggungjawabkan di atas orbit sana, yang bisa berlangsung bulanan dan lalu kembali,” ujar Direktur dari Air Force Rapid Capabilities office. (SPACE.com/ISW)

Read more...

Rabu, April 21, 2010

Jupe Terus Menuai Protes



Rabu, 21 April 2010
Pacitan, (tvOne)
Gerakan anti-Jupe (panggilan akrab artis ibu kota bernama Julia Perez) yang digalang oleh masyarakat pencinta seni dan Aliansi Perempuan Pacitan, Jawa Timur, terus berlanjut. Sejumlah aktivis, yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pacitan, menggelar aksi simpatik di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (21/3).

"Seorang calon bupati maupun wakil bupati tidak boleh cacat moral dan sosial. Mereka juga harus jujur, santun, sederhana, dan berwibawa. Kami memberikan wawasan ini untuk masyarakat agar tidak salah pilih," kata Nurrodhi selaku koordinator aksi.

Melalui serangkaian aksi simpatik yang mereka gelar di jalan protokol, para aktivis tersebut mengajukan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi calon bupati maupun wakil bupati, di antaranya harus mengenal baik karakteristik masyarakat Kabupaten Pacitan.

Ia menegaskan bahwa setiap bakal calon bupati yang akan maju dalam Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Pacitan haruslah memiliki rekam jejak yang baik. "Tidak hanya dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga punya kapabilitas dalam mengelola birokrasi pemerintahan," ujarnya.

Aspirasi aktivis HMI tersebut disambut baik oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pacitan yang partainya tidak ikut dalam koalisi pencalonan Jupe. Kepada para mahasiswa, mereka berjanji untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut agar Pilkada Pacitan menghasilkan pemimpin yang baik, berwibawa, dan benar-benar dikehendaki masyarakat.

Selain HMI, Ketua Pengurus Daerah Aisyiah Cabang Pacitan, Indrayati, juga menuntut calon bupati maupun wakil bupati Pacitan harus putra daerah. "Seseorang calon pemimpin tidak cukup Islam saja, tapi juga harus memiliki kapasitas moral atau akhlak yang baik. Baik dalam hal berpenampilan, berbicara, maupun dalam bergaul," katanya.

Sebelumnya jaringan perempuan di daerah itu juga melakukan aksi penolakan dan mendukung pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, para pezina tidak boleh mencalonkan diri sebagai kepala dan wakil kepala daerah.

Read more...

Jumat, April 16, 2010

KPK Periksa Lagi Adner Sirait



6/04/2010 - 10:33
Santi Andriani
INILAH.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa tersangka pemberi suap Rp300 juta, pengacara Adner Sirait. Seperti biasa Adner bungkam soal pemeriksaannya itu.

Datang sekitar pukul 10.00 wib, Jumat (16/4), Adner mengenakan kemeja garis-garis warna hitam langsung masuk ke Gedung KPK, Jakarta. Adner diperiksa sebagai tersangka.

"AS diperiksa sebagai tersangka," sebut Juru Bicara KPK, Johan Budi SP ketika dihubungi wartawan, Jumat(16/4). Adner diduga memberikan uang suap kepada Hakim PT TUN, Hakim Ibrahim yang juga sudah tersangka terkait kasus sengketa tanah yang sedang ditangani Ibrahim.

Soal kebungkaman Adner diakui tidak hanya terjadi di luar pemeriksaan dirinya oleh penyidik. Menurut Johan, ketika diperiksa penyidik pun Adner kerap menjawab dengan tidak tahu.

"Yang bersangkutan menurut informasi memang sering menjawab pertanyaan penyidik dengan tidak tahu," sebut Johan dua hari lalu (14/4).

Dugaan suap itu diduga terkait kasus yang sedang dibela Adner yaitu kasus sengketa tanah antara klien Adner, PT Sabar Ganda melawan Pemprov DKI Jakarta. Rabu lalu, KPK seharusnya juga memeriksa DL Sitorus pemilik PT SG namun DL mangkir dari panggilan. [bar]

Read more...

Selasa, Maret 30, 2010

DPP PAN Tak Restui Julia Perez Jadi Cabup Pacitan



Laporan wartawan Persda Network Rachmat Hidayat
Selasa, 30 Maret 2010
JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional angkat bicara atas wacana DPD PAN Jawa Timur yang berencana mengusung aktris Julia Perez (Jupe) sebagai salah satu kandidat calon bupati di kampung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Pacitan.

Ketua DPP PAN Bidang Politik Bima Arya mengatakan, partainya akan menindak tegas apabila DPD PAN Pacitan terus melakukan langkah menyimpang. Saat ini, DPP PAN sudah menghubungi DPW dan DPD PAN Jawa Timur untuk tidak memunculkan wacana mencalonkan artis berkonotasi negatif. "Hal ini bisa merusak nama baik PAN sebagai partai reformis yang juga bernapaskan religius," kata Bima Arya kepada Persda Network, Selasa (30/3/2010).

DPP, kata Bima, tentunya tidak akan melarang mencari figur publik untuk dijadikan kandidat. Akan tetapi, janganlah mengundang artis yang dianggap negatif. "Tentunya partai akan sangat dirugikan oleh publisitas seperti ini. Elektabilitas harus diiringi dengan integritas, itu prinsipnya. DPP akan bertindak tegas kalau DPD Pacitan melangkah terlalu menyimpang dalam mencari balon (bakal calon) bupati," ujarnya.

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP